MAKALAH
BIMBINGAN KONSELING
TENTANG
(CUEK, DIKUCILKAN TEMAN, SUKA MENYELA
PEMBICARAAN)
Disusun untuk Memenuhi
Tugas Kelompok
Matakuliah Bimbingan
Konseling

Dosen Pembimbing : Dra. SRI PANCA SETYAWATI, M. Pd
Nama Mahasiswa : MILADI ISRA
Kelas : 2-H
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil
menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul
“CUEK, DIKUCILKAN TEMAN dan SUKA MENYELA PEMBICARAAN ”
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Cuek,
Dikucilkan Teman dan Suka Menyela Pembicaraan
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada
kita semua tentang pengertian cuek, dikucilkan teman dan suka menyela
pembicaraan
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai
akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Kediri, 20 Oktober
2012
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
Judul............................................................................................. i
Kata
Pengantar............................................................................................. ii
Daftar
isi...................................................................................................... iii
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang........................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................... 1
1.3 Tujuan........................................................................................ 2
BAB II Pembahasan
2.1
Pengertian Cuek......................................................................... 3
2.2
Dikucilkan Teman...................................................................... 4
2.3
Menyela Pebicaraan................................................................... 6
BAB III
Penutupan
3.1
Kesimpulan................................................................................ 8
3.2
Saran.......................................................................................... 8
Daftar Pustaka............................................................................................. 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam
interaksi pergaulan pendidikan yang terjadi di sekolah, tidak dapat terlepas
dari masalah yang menyangkut pribadi dan sosialnya, factor penyebabnya sangat
beragam diantaranya adalah masalah Cuek kepada teman, dikucilkan teman dan suka
menyela pembicaraan teman Sering kali anak-anak di jauhi oleh teman-temannya. Apabila
ini dibiarkan maka perkembangan mental anak akan terhambat. oleh karena itu Bimbingan
dan Konseling Pribadi sangat diperlukan untuk memfasilitasi perkembangan
pribadi dan sosial siswa dan pengentasan masalah pribadi-sosialnya
Oleh
karena itu, disini guru dituntut untuk memberi wawasan atau cara kepada siswa
untuk bersosialisasi yang baik, dengan cara tidak cuek kepada orang lain, tidak
mengucilkan teman dan tidak menyela pembicaraan teman.
1.2
Rumusan Masalah
Bagaimana
bimbingan dan konseling khususnya di Sekolah Dasar sangat penting. Disini guru
tidak hanya mengajar melainkan mengajar dan mendidik. Adapun masalah yang
sering terjadi yaitu :
1. Bagaimana
supaya siswa tidak mempunyai sifat cuek?
2. Bagaimana
supaya siswa tidak dikucilkan sama teman-temanya atau orang sekitar?
3. Bagaimana
supaya siswa tidak menyela pembicaraan?
1.3
Tujuan
1. Untuk
mengetahui bagaimana akibat jika kita mempunyai sifat cuek.
2. Untuk
mengetahui bagaimana perasaan orang yang dikucilkan oleh teman-temanya atau
orang sekitar
3. Untuk
mengetahui bagaimana cara menyela pembicaraan yang baik tanpa membuat orang
tersebut marah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Cuek
Cuek atau acuh tak acuh; di mana seseorang
tidak diaanggap atau "cuek" terhadap aspek emosional, sosial, atau
kehidupan fisik. Masa bodoh artinya kamu tau akan sesuatu tapi tidak tau cara
terbaik apa buat menghadapinya, sehingga kamu bersikap terserah saja, cara
apapun bolehlah yang penting selesai.
Banyak
sekali manusia yang mempunyai sifat cuek. Kita termasuk tipe
orang yang cuek atau masa bodohlah dengan keadaan. Tidak pernah mau ambil
pusing dengan segala permasalahan yang ada dalam hidup ini. Karena dalam
prinsip kita hidup itu sudah susah, mengapa mesti ditambah susah lagi. Tapi
meskipun demikian, kita bukan orang yang terlalu cuek. Jadi bisa dibilang cuek kita
masih dalam taraf wajar. Kenapa, karena kadang kala kita pun ketika sedang
mengalami suatu masalah, kita kadang-kadang tidak bisa secuek biasanya, apalagi
kalau sudah menyangkut banyak orang.
Kita
ambil contoh misalnya, beberapa waktu lalu (akibat ulah kita sendiri) kita
merasa hampir terkena kasus yang lumayan berat bagi kita. Kalau benar-benar
sampai kasus itu menimpa kita, makanya kita beranggapan bahwa cuek kita masih
dalam kategori wajar. Yang jadi permasalah adalah bagaimana jika cuek itu
terlalu berlebihan.
Ø Cara Mengatasi
Caranya
dengan merubah pola pikir kita bahwa di dunia ini kita tidak bisa hidup
sendiri. Manusia itu merupakan makhluk sosial, butuh berinteraksi dengan
sesama. Kita mungkin masih membutuhkan orang lain dalam memecahkan masalah
kita. Untuk itulah mengapa kita perlu meminta saran atau masukan dari orang
lain. Curhat dengan teman bisa jadi solusi, asalkan teman yang tepat dan
mengerti karakter anda. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa diri kita adalah
yang paling tahu tentang pribadi sendiri. Namun demikian teman kadang bisa
dianggap cermin terhadap diri. Kita dapat meminta masukan atau saran dari teman
dengan cara yang tepat dan objektif. Dan itulah gunanya kita berteman. Itulah
gunanya kita berinteraksi dengan sesama. Jadi mulai sekarang ada baiknya jika
kita tidak termasuk tipe orang yang terlalu cuek, karena jika kita mempunyai
sifat cuek, baik hal yang sepele maupun hal yang tidak sepele, kita akan di jauhi sama teman.
2.2
Dikucilkan Teman
Dalam
kamus bahasa Indonesia, kucil punya arti mengeluarkan atau membuang dari
lingkungan. singkatnya kalau ditambah imbuhan me-kan, kita mengartikannya
keluar dari sebuah lingkungan / persekutuan karena kehendak pribadinya dan akan
berubah arti lagi menjadi dikeluarkan dari kelompoknya kalau kata itu berubah
menjadi di-kucil-kan. Dua kata yang bertolak belakang meski saling berhubungan,
ada yang dikucilkan berarti ada yang mengucilkan. Kita mencoba membandingkan
kenapa keduanya harus ada Perlakuan yang terkandung di kata-kata ini biasanya
muncul setelah ada masalah, misalnya masalah pribadi vs kelompok. Menurut hemat
kita, seperti apapun masalahnya si pelaku tidak akan dikucilkan sebelum dia
mengucilkan dirinya sendiri. kalau
sampai ada pikiran “mereka mengucilkan kita karna masalah itu”, sebenernya
orang itu sudah mengucilkan dirinya sendiri. Bisa diramalkan kedepan orang itu
akan benar-benar dikucilkan dari kelompoknya, benar-benar akan ada pembatas
diantara keduanya. Tidak perlu ditanya siapa yang salah, pastilah utamanya cuma
dirinya sendiri kenapa harus dikucilkan.
Kalau
dibahas lagi soal mengucilkan dan dikucilkan sebenarnya harus menjadi
introspeksi atas masalah yang timbul sebelumnya. Bukan mencari siapa yang salah
tapi apa yang masih bisa diperbaiki. Tidak perlu merasa dikucilkan kalau
masalah itu bisa diselesaikan baik-baik.
Anak
yang dikucilkan musti dilihat penyebabnya. Jika memang dia baik-baik saja tapi
temen-temennya dengan sengaja mengucilkan. Tapi kalau dikucilkan karena anak
kita "maaf" egois dalam arti dia memiliki perangai keras, galak sama
temannya, ya itu musti kita ajarkan agar tidak seperti itu. Anak yang
dikucilkan bisa jadi karena dia pemalu atau dia asik dengan dunianya sendiri
(berimajinasi) kalau yang ini selain kita ajari untuk lebih bersosialisasi
dengan cara mengajaknya bermain atau berkunjung ke rumah yang memiliki anak
sebayanya, kita harus bisa mengeluarkan rasa percaya dirinya dengan cara lebih
menghargainya dirumah. Misal dengan cara memberikan aplause kalau dia bisa
melakukan sesuatu yang baik, atau berikan senyuman manis kalau dia berkata
sopan. sebaiknya jangan takut dan khawatir kalau anak-anak akan dikucilkan,
atau menggali potensi anak semenjak dini
supaya tidak mudah dikucilkan teman-temanya.
Setiap
akibat pasti ada sebab, dan sebab akan berakibat. orang yang mengkucilkan kamu
akan menganggap kamu itu tidak ada apa-apanya, alias meremehkan kamu. itu
karena kamu tidak pernah membuktikan didepan mereka bahwa kamu ada apa-apanya,
alias kamu bisa. di dalam suatu kelompok/kumpulan orang banyak ada kegiatan
kerja sama, interaksi diantara mereka. Apabila diantara mereka ada yang tidak
ikut serta, baik kerja sama maupun interaksi, minimal kenalan maka mereka akan
menganggap orang tersebut tidak ada, karena tidak kenal, apabila tidak kenal
maka akan timbul rasa segan untuk mendekati orang yang tidak dikenal tersebut.
sehingga, dari waktu ke waktu orang yang tidak dikenal itu semakin jauh dari
kelomok tersebut, baik interaksinya, tatap muka, jasanya, itu jauh sekali
sehingga lepas tanpa tali dan orang yang tidak dikenal tersebut merasa tidak
diperlukan (bisa-bisa diremehkan) dari kelompok tersebut dan ujungnya orang
yang tidak dikenal tersebut merasa minder dan mengucilkan diirinya dengan
sendiri, dan ini merupakan akibat dari misscomunication atau putus hubungan.
Hidup
ini berdampingan. kita manusia tidak bisa hidup sendiri, kita bisa mengambil
contoh filem tarzan, dia saja ada temannya dihutan walaupun dengan binatang.
jadi, sering-seringlah bertatap muka dengan orang lain dan menunjukkan bahwa kita
bisa.
Mengapa kadang kala seorang remaja yang pemalu ketika sedang melakukan
proses perubahan justru banyak teman-temanya yang seakan menjauhinya, padahal
tidak sedikit pertanyaan dalam hati seorang pemalu yang tidak bisa dia jawab
dengan sendirinya
Ø Cara Mengatasi
kita
harus bisa mengeluarkan rasa
percaya diri dengan cara lebih menghargai
teman. Misal dengan cara memberikan aplause
kalau dia bisa melakukan sesuatu yang baik, atau berikan senyuman manis kalau
dia berkata sopan. sebaiknya jangan takut dan khawatir kalau anak-anak akan
dikucilkan, atau menggali potensi anak
semenjak dini supaya tidak mudah dikucilkan teman-temanya.
Saling
mengerti, segera perbaiki kekurangan, membuka tangan untuk memaafkan dan berfikir positif.
2.3
Menyela Pembicaraan
Menyela pembicaraan
memang riskan, namun bisa kita lakukan dengan teknik yang cantik. Jangan sampai
dicap tak punya sopan santun saat kita menyela pembicaraan orang lain dalam
tiap situasi yang berbeda.
Anggap saat ini kita sedang menyela pembicaraan
dengan teman atau atasan. Kita berusaha semaksimal mungkin
untuk tidak memotong pembicaraan teman atau atasan, khususnya saat teman sedang
berbicara dengan saudaranya. Jika ada yang ingin disampaikan, kita akan
menunggu sampai teman kita berhenti berbicara pada saudaranya, lalu kita
langsung berbicara secara baik-baik kepada dia. Dengan begitu, kita yakin dia
tidak tersinggung dan merasa tetap dihormati walaupun pembicaraan mereka kita
potong.
Begitu juga
dengan orang yang baru kita kenal, kita berusaha untuk tidak menyela pembicaraan. Sebagai orang
luar, kita tidak bisa mengomentari satu topik secara langsung. Untuk
menyiasatinya, kita pergunakan bahasa tubuh untuk bergabung dalam pembicaraan.
Ya, Ikut mengangguk (walau tidak mengerti topiknya), tertawa jika dirasa emang
lucu dan improvisasi lainnya. Saat diminta komentar, baru kita ungkapkan apa
curahan isi hati ini. Maaf, maksudnya baru kita mengungkapkan pendapat /
komentar dari topik yang dibicarakan tadi.
Bagaimana
dengan obrolan di telepon, Mengingat tidak tahu ekspresi wajah lawan bicara kita,
Apalagi saat menelpon, lawan bicara berbicara panjang lebar. Kita akan
mendengarkan apa yang dibicarakannya, jika ada jeda (walau cuma sedetik saja)
baru kita potong pembicaraan itu atau menjawab sapaannya. Kenapa? Karena kita
yakin, tidak mungkin lawan ia terus bicara tanpa berhenti untuk mengambil napas
sejenak.
Begitulah kita
mencoba untuk menyela pembicaraan dengan lawan bicara. Kita akan berusaha
sebaik mungkin dan sesopan mungkin bila perlu seganteng mungkin.
Ø Cara Mengatasi
kita akan
menunggu sampai teman kita berhenti berbicara lalu kita langsung berbicara
secara baik-baik kepada dia. Dengan begitu, kita yakin dia tidak tersinggung
dan merasa tetap dihormati walaupun pembicaraan mereka kita potong.
Begitulah kita
mencoba untuk menyela pembicaraan dengan lawan bicara. Kita akan berusaha
sebaik mungkin dan sesopan mungkin biar tidak
menyinggung perasaan orang yang kita sela pembicaraanya.
BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Cuek adalah sifat acuh tak acuh, cuek boleh saja asal jangan terlalu
cuek, karena jika kita terlalu cuek itu akan merugikan diri kita sendiri.
Kita tidak akan dikucilkan
kalau kita tidak mengucilkan diri sendiri. Masalah, kesalahan, kekhilafan
biarlah menjadi bahan evaluasi diri. Saling mengerti, segera perbaiki
kekurangan, membuka tangan untuk memaafkan.
menyela pembicaraan dengan
lawan bicara ada cara-caranya. Kita akan
berusaha sebaik mungkin dan sesopan mungkin biar tidak
menyinggung perasaan orang yang kita sela pembicaraanya.
3.2 Saran
Mahasiswa
sebagai calon pendidik harus benar-benar mengerti, memahami dan mengaplikasikan
dengan baik pembahasan tentang Cuek,
Dikucilkan teman dan menyela pembicaraan.
Dengan demikian,
mahasiswa nantinya pada saat menjadi pendidik akan dapat menciptakan generasi
muda dengan kebenaran dalam sikap dan perilaku yang juga akan berdampak bagi
negara yaitu negara Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang kompetitif di
dunia internasional dan memajukan Indonesia dalam berbagai bidang. Mahasiswa
sebagai calon pendidik harus benar-benar mengerti, memahami dan mengaplikasikan
dengan baik pembahasan tentang tentang Cuek,
Dikucilkan teman dan menyela pembicaraan. Dengan demikian,
mahasiswa nantinya pada saat menjadi pendidik akan dapat menciptakan generasi
muda dengan kebenaran dalam sikap dan perilaku atau sifat yang juga akan berdampak bagi lingkungan sekitar
DAFTAR PUSTAKA
v http://majid-pendidikan.blogspot.com/2012/06/makalah-anak-hiperaktif.htm