Selasa, 13 November 2012

Cuek, Dikucilkan Teman dan Suka Menyela pembicaraan


MAKALAH
BIMBINGAN KONSELING

TENTANG
(CUEK, DIKUCILKAN TEMAN, SUKA MENYELA PEMBICARAAN)

Disusun untuk Memenuhi Tugas Kelompok
Matakuliah Bimbingan Konseling



 






Dosen Pembimbing : Dra. SRI PANCA SETYAWATI, M. Pd
Nama Mahasiswa        :   MILADI ISRA
Kelas                           :  2-H


FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2012




KATA PENGANTAR
                                                              
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “CUEK, DIKUCILKAN TEMAN dan SUKA MENYELA PEMBICARAAN ”
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Cuek, Dikucilkan Teman dan Suka Menyela Pembicaraan
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang pengertian cuek, dikucilkan teman dan suka menyela pembicaraan
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.



Kediri, 20 Oktober 2012

Penyusun

                                                                            






DAFTAR ISI

Halaman Judul.............................................................................................          i
Kata Pengantar.............................................................................................          ii
Daftar isi......................................................................................................          iii

BAB I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang...........................................................................          1
1.2  Rumusan Masalah......................................................................          1
1.3  Tujuan........................................................................................          2

BAB II Pembahasan
2.1 Pengertian Cuek.........................................................................          3
2.2 Dikucilkan Teman......................................................................          4
2.3 Menyela Pebicaraan...................................................................          6

BAB III Penutupan
3.1 Kesimpulan................................................................................          8
3.2 Saran..........................................................................................          8

Daftar Pustaka.............................................................................................          9


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam interaksi pergaulan pendidikan yang terjadi di sekolah, tidak dapat terlepas dari masalah yang menyangkut pribadi dan sosialnya, factor penyebabnya sangat beragam diantaranya adalah masalah Cuek kepada teman, dikucilkan teman dan suka menyela pembicaraan teman Sering kali anak-anak di jauhi oleh teman-temannya. Apabila ini dibiarkan maka perkembangan mental anak akan terhambat. oleh karena itu Bimbingan dan Konseling Pribadi sangat diperlukan untuk memfasilitasi perkembangan pribadi dan sosial siswa dan pengentasan masalah pribadi-sosialnya
Oleh karena itu, disini guru dituntut untuk memberi wawasan atau cara kepada siswa untuk bersosialisasi yang baik, dengan cara tidak cuek kepada orang lain, tidak mengucilkan teman dan tidak menyela pembicaraan teman.
1.2  Rumusan Masalah
   Bagaimana bimbingan dan konseling khususnya di Sekolah Dasar sangat penting. Disini guru tidak hanya mengajar melainkan mengajar dan mendidik. Adapun masalah yang sering terjadi yaitu :
1.      Bagaimana supaya siswa tidak mempunyai sifat cuek?
2.      Bagaimana supaya siswa tidak dikucilkan sama teman-temanya atau orang sekitar?
3.      Bagaimana supaya siswa tidak menyela pembicaraan?



1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui bagaimana akibat jika kita mempunyai sifat cuek.
2.      Untuk mengetahui bagaimana perasaan orang yang dikucilkan oleh teman-temanya atau orang sekitar
3.      Untuk mengetahui bagaimana cara menyela pembicaraan yang baik tanpa membuat orang tersebut marah.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Cuek
Cuek atau acuh tak acuh; di mana seseorang tidak diaanggap atau "cuek" terhadap aspek emosional, sosial, atau kehidupan fisik. Masa bodoh artinya kamu tau akan sesuatu tapi tidak tau cara terbaik apa buat menghadapinya, sehingga kamu bersikap terserah saja, cara apapun bolehlah yang penting selesai.

Banyak sekali manusia yang mempunyai sifat cuek. Kita termasuk tipe orang yang cuek atau masa bodohlah dengan keadaan. Tidak pernah mau ambil pusing dengan segala permasalahan yang ada dalam hidup ini. Karena dalam prinsip kita hidup itu sudah susah, mengapa mesti ditambah susah lagi. Tapi meskipun demikian, kita bukan orang yang terlalu cuek. Jadi bisa dibilang cuek kita masih dalam taraf wajar. Kenapa, karena kadang kala kita pun ketika sedang mengalami suatu masalah, kita kadang-kadang tidak bisa secuek biasanya, apalagi kalau sudah menyangkut banyak orang.

Kita ambil contoh misalnya, beberapa waktu lalu (akibat ulah kita sendiri) kita merasa hampir terkena kasus yang lumayan berat bagi kita. Kalau benar-benar sampai kasus itu menimpa kita, makanya kita beranggapan bahwa cuek kita masih dalam kategori wajar. Yang jadi permasalah adalah bagaimana jika cuek itu terlalu berlebihan.

Ø  Cara Mengatasi
Caranya dengan merubah pola pikir kita bahwa di dunia ini kita tidak bisa hidup sendiri. Manusia itu merupakan makhluk sosial, butuh berinteraksi dengan sesama. Kita mungkin masih membutuhkan orang lain dalam memecahkan masalah kita. Untuk itulah mengapa kita perlu meminta saran atau masukan dari orang lain. Curhat dengan teman bisa jadi solusi, asalkan teman yang tepat dan mengerti karakter anda. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa diri kita adalah yang paling tahu tentang pribadi sendiri. Namun demikian teman kadang bisa dianggap cermin terhadap diri. Kita dapat meminta masukan atau saran dari teman dengan cara yang tepat dan objektif. Dan itulah gunanya kita berteman. Itulah gunanya kita berinteraksi dengan sesama. Jadi mulai sekarang ada baiknya jika kita tidak termasuk tipe orang yang terlalu cuek, karena jika kita mempunyai sifat cuek, baik hal yang sepele maupun hal yang tidak sepele, kita  akan di jauhi sama teman.

2.2  Dikucilkan Teman
Dalam kamus bahasa Indonesia, kucil punya arti mengeluarkan atau membuang dari lingkungan. singkatnya kalau ditambah imbuhan me-kan, kita mengartikannya keluar dari sebuah lingkungan / persekutuan karena kehendak pribadinya dan akan berubah arti lagi menjadi dikeluarkan dari kelompoknya kalau kata itu berubah menjadi di-kucil-kan. Dua kata yang bertolak belakang meski saling berhubungan, ada yang dikucilkan berarti ada yang mengucilkan. Kita mencoba membandingkan kenapa keduanya harus ada Perlakuan yang terkandung di kata-kata ini biasanya muncul setelah ada masalah, misalnya masalah pribadi vs kelompok. Menurut hemat kita, seperti apapun masalahnya si pelaku tidak akan dikucilkan sebelum dia mengucilkan dirinya sendiri. kalau sampai ada pikiran “mereka mengucilkan kita karna masalah itu”, sebenernya orang itu sudah mengucilkan dirinya sendiri. Bisa diramalkan kedepan orang itu akan benar-benar dikucilkan dari kelompoknya, benar-benar akan ada pembatas diantara keduanya. Tidak perlu ditanya siapa yang salah, pastilah utamanya cuma dirinya sendiri kenapa harus dikucilkan.

Kalau dibahas lagi soal mengucilkan dan dikucilkan sebenarnya harus menjadi introspeksi atas masalah yang timbul sebelumnya. Bukan mencari siapa yang salah tapi apa yang masih bisa diperbaiki. Tidak perlu merasa dikucilkan kalau masalah itu bisa diselesaikan baik-baik.

Anak yang dikucilkan musti dilihat penyebabnya. Jika memang dia baik-baik saja tapi temen-temennya dengan sengaja mengucilkan. Tapi kalau dikucilkan karena anak kita "maaf" egois dalam arti dia memiliki perangai keras, galak sama temannya, ya itu musti kita ajarkan agar tidak seperti itu. Anak yang dikucilkan bisa jadi karena dia pemalu atau dia asik dengan dunianya sendiri (berimajinasi) kalau yang ini selain kita ajari untuk lebih bersosialisasi dengan cara mengajaknya bermain atau berkunjung ke rumah yang memiliki anak sebayanya, kita harus bisa mengeluarkan rasa percaya dirinya dengan cara lebih menghargainya dirumah. Misal dengan cara memberikan aplause kalau dia bisa melakukan sesuatu yang baik, atau berikan senyuman manis kalau dia berkata sopan. sebaiknya jangan takut dan khawatir kalau anak-anak akan dikucilkan, atau menggali potensi anak  semenjak dini supaya tidak mudah dikucilkan teman-temanya.

Setiap akibat pasti ada sebab, dan sebab akan berakibat. orang yang mengkucilkan kamu akan menganggap kamu itu tidak ada apa-apanya, alias meremehkan kamu. itu karena kamu tidak pernah membuktikan didepan mereka bahwa kamu ada apa-apanya, alias kamu bisa. di dalam suatu kelompok/kumpulan orang banyak ada kegiatan kerja sama, interaksi diantara mereka. Apabila diantara mereka ada yang tidak ikut serta, baik kerja sama maupun interaksi, minimal kenalan maka mereka akan menganggap orang tersebut tidak ada, karena tidak kenal, apabila tidak kenal maka akan timbul rasa segan untuk mendekati orang yang tidak dikenal tersebut. sehingga, dari waktu ke waktu orang yang tidak dikenal itu semakin jauh dari kelomok tersebut, baik interaksinya, tatap muka, jasanya, itu jauh sekali sehingga lepas tanpa tali dan orang yang tidak dikenal tersebut merasa tidak diperlukan (bisa-bisa diremehkan) dari kelompok tersebut dan ujungnya orang yang tidak dikenal tersebut merasa minder dan mengucilkan diirinya dengan sendiri, dan ini merupakan akibat dari misscomunication atau putus hubungan.

Hidup ini berdampingan. kita manusia tidak bisa hidup sendiri, kita bisa mengambil contoh filem tarzan, dia saja ada temannya dihutan walaupun dengan binatang. jadi, sering-seringlah bertatap muka dengan orang lain dan menunjukkan bahwa kita bisa.

Mengapa kadang kala seorang remaja yang pemalu ketika sedang melakukan proses perubahan justru banyak teman-temanya yang seakan menjauhinya, padahal tidak sedikit pertanyaan dalam hati seorang pemalu yang tidak bisa dia jawab dengan sendirinya

Ø  Cara Mengatasi
kita harus bisa mengeluarkan rasa percaya diri dengan cara lebih menghargai teman. Misal dengan cara memberikan aplause kalau dia bisa melakukan sesuatu yang baik, atau berikan senyuman manis kalau dia berkata sopan. sebaiknya jangan takut dan khawatir kalau anak-anak akan dikucilkan, atau menggali potensi anak  semenjak dini supaya tidak mudah dikucilkan teman-temanya.
Saling mengerti, segera perbaiki kekurangan, membuka tangan untuk memaafkan dan berfikir positif.

2.3  Menyela Pembicaraan
Menyela pembicaraan memang riskan, namun bisa kita lakukan dengan teknik yang cantik. Jangan sampai dicap tak punya sopan santun saat kita menyela pembicaraan orang lain dalam tiap situasi yang berbeda.

Anggap saat ini kita sedang menyela pembicaraan dengan teman atau atasan. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk tidak memotong pembicaraan teman atau atasan, khususnya saat teman sedang berbicara dengan saudaranya. Jika ada yang ingin disampaikan, kita akan menunggu sampai teman kita berhenti berbicara pada saudaranya, lalu kita langsung berbicara secara baik-baik kepada dia. Dengan begitu, kita yakin dia tidak tersinggung dan merasa tetap dihormati walaupun pembicaraan mereka kita potong.

Begitu juga dengan orang yang baru kita kenal, kita berusaha untuk tidak menyela pembicaraan. Sebagai orang luar, kita tidak bisa mengomentari satu topik secara langsung. Untuk menyiasatinya, kita pergunakan bahasa tubuh untuk bergabung dalam pembicaraan. Ya, Ikut mengangguk (walau tidak mengerti topiknya), tertawa jika dirasa emang lucu dan improvisasi lainnya. Saat diminta komentar, baru kita ungkapkan apa curahan isi hati ini. Maaf, maksudnya baru kita mengungkapkan pendapat / komentar dari topik yang dibicarakan tadi.

Bagaimana dengan obrolan di telepon, Mengingat tidak tahu ekspresi wajah lawan bicara kita, Apalagi saat menelpon, lawan bicara berbicara panjang lebar. Kita akan mendengarkan apa yang dibicarakannya, jika ada jeda (walau cuma sedetik saja) baru kita potong pembicaraan itu atau menjawab sapaannya. Kenapa? Karena kita yakin, tidak mungkin lawan ia terus bicara tanpa berhenti untuk mengambil napas sejenak.

Begitulah kita mencoba untuk menyela pembicaraan dengan lawan bicara. Kita akan berusaha sebaik mungkin dan sesopan mungkin bila perlu seganteng mungkin.

Ø  Cara Mengatasi
kita akan menunggu sampai teman kita berhenti berbicara lalu kita langsung berbicara secara baik-baik kepada dia. Dengan begitu, kita yakin dia tidak tersinggung dan merasa tetap dihormati walaupun pembicaraan mereka kita potong.
Begitulah kita mencoba untuk menyela pembicaraan dengan lawan bicara. Kita akan berusaha sebaik mungkin dan sesopan mungkin biar tidak menyinggung perasaan orang yang kita sela pembicaraanya.
BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
       Cuek adalah sifat acuh tak acuh, cuek boleh saja asal jangan terlalu cuek, karena jika kita terlalu cuek itu akan merugikan diri kita sendiri.
       Kita tidak akan dikucilkan kalau kita tidak mengucilkan diri sendiri. Masalah, kesalahan, kekhilafan biarlah menjadi bahan evaluasi diri. Saling mengerti, segera perbaiki kekurangan, membuka tangan untuk memaafkan.
       menyela pembicaraan dengan lawan bicara ada cara-caranya. Kita akan berusaha sebaik mungkin dan sesopan mungkin biar tidak menyinggung perasaan orang yang kita sela pembicaraanya.

3.2 Saran
       Mahasiswa sebagai calon pendidik harus benar-benar mengerti, memahami dan mengaplikasikan dengan baik pembahasan tentang Cuek, Dikucilkan teman dan menyela pembicaraan.
       Dengan demikian, mahasiswa nantinya pada saat menjadi pendidik akan dapat menciptakan generasi muda dengan kebenaran dalam sikap dan perilaku yang juga akan berdampak bagi negara yaitu negara Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang kompetitif di dunia internasional dan memajukan Indonesia dalam berbagai bidang. Mahasiswa sebagai calon pendidik harus benar-benar mengerti, memahami dan mengaplikasikan dengan baik pembahasan tentang tentang Cuek, Dikucilkan teman dan menyela pembicaraan. Dengan demikian, mahasiswa nantinya pada saat menjadi pendidik akan dapat menciptakan generasi muda dengan kebenaran dalam sikap dan perilaku atau sifat yang juga akan berdampak bagi lingkungan sekitar     


DAFTAR PUSTAKA

v  http://majid-pendidikan.blogspot.com/2012/06/makalah-anak-hiperaktif.htm



1 komentar:

  1. Is the online Baccarat game played with real money? - The worrione
    It's played in an online casino as well. Many casinos provide their players with the chance to win 바카라 사이트 유니 88 money online and also to win real money. It

    BalasHapus